Filosofi Nasi Goreng

Halo, selamat pagi rekan2 CMP. Saatnya memulai aktivitas di pagi hari ini, sebelum memulai aktivitas jangan lupa makan dulu. Sobat2 semuanya “wes mangan po durung?” hehehe Mangan mbek opo? (makan sama apa?)

Pagi ini ada suatu bahasan yang menarik, kita membahas nasi goreng. Apa sih menariknya nasi goreng?

nasi gorengNasi gorengnya CMP πŸ˜€

Nasi goreng merupakan nasi yang digoreng dengan berbagai macam bumbu seperti garam, bawang merah, bawang putih, cabe, telur, daging ayam dan bumbu lain yang variatif. Nasi goreng dikenal sebagai makanan yang merakyat karena semua kalangan menyukai nasi goreng sehingga mudah ditemui mulai di restoran sampai penjual di pinggir jalan dan nasi goreng merupakan salah satu daftar 50 masakan yang terlezat di dunia. Setuju? hehehe

Abang penjual nasi gorengΒ  (sumber gambar : wikipedia)

Berikut merupakan sejarah nasi goreng, Nasi adalah sebuah bagian penting dari masakan tradisional Tionghoa, menurut catatan sejarah sudah mulai ada sejak 4000 SM. Nasi goreng kemudian tersebar ke Asia Tenggara dibawa oleh perantau-perantau Tionghoa yang menetap di sana dan menciptakan nasi goreng khas lokal yang didasarkan atas perbedaan bumbu-bumbu dan cara menggoreng. Nasi goreng sebenarnya muncul dari beberapa sifat dalam kebudayaan Tionghoa, yang tidak suka mencicipi makanan dingin dan juga membuang sisa makanan beberapa hari sebelumnya. Makanya, nasi yang dingin itu kemudian digoreng untuk dihidangkan kembali di meja makan. Nasi goreng dapat dimakan kapan saja, dan banyak orang Indonesia, Malaysia, dan Singapura memakannya untuk sarapan, biasanya menggunakan nasi sisa makan malam sebelumnya. Nasi yang digunakan untuk membuat nasi goreng sudah ditanak terlebih dahulu dan dibiarkan mendingin, sehingga menjadi alasan memakai nasi yang ditanak sehari sebelumnya. (wikipedia)

Nasi goreng yang disajikan di restoran (Sumber gambar : wikipedia)

Nasi goreng memiliki berbagai macam (yang pernah CMP nikmatin) πŸ˜€ :

  1. Nasi goreng jawa
  2. Nasi goreng ikan asin
  3. Nasi goreng daging
  4. Nasi goreng padang

Masih banyak lagi variasi nasi goreng menurut budaya daerah masing-masing.

Nasi goreng tidak hanya menjadi masakan lezat aja bro, namun juga memiliki nilai filosofis tersendiri, berikut adalah nilai filosofis menurut CMP :

  1. Nasi goreng digemari di seluruh lapisan masyarakat, ini bermakna semua orang memiliki hak kedudukan yang sama di mata Tuhan. Sehingga kita jangan membeda-bedakan dan menganggap remeh orang lain karena dari status sosial dan kelasnya. Kaya, miskin, tua, muda, makanannya adalah nasi goreng. πŸ˜€
  2. Nasi goreng merupakan sajian ulang dari makanan dingin dan memiliki berbagai macam variasi bumbu, Ini bermakna bahwa hal – hal kreatif yang kita miliki bisa mengubah dari hal yang biasa menjadi hal yang luar biasa dan menarik.
  3. Nasi goreng mulanya dibuat karena alasan agar tidak membuang makanan/ sisa nasi yang masih layak makan. Nah ini yang paling penting sobat2 CMP, apapun alasannya membuang makanan yang masih layak tidak sepatutnya kita lakukan, mungkin memang bagi yang mampu merupakan hal yang lumrah, namun ingatlah banyak dari mereka yang kelaparan dan masih membutuhkan makanan untuk bertahan hidup.
  4. Masih berkaitan dengan no. 3, nasi goreng memberi pelajaran kepada kita untuk bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan kepada kita.
  5. Nasi goreng memiki berbagai macam jenis variasi, ini bermakna bahwa budaya tiap masyarakat bermacam-macam maka dari itu kita harus menghargai keragaman budaya yang ada di sekitar kita.

Mungkin ada yang mau nambahi filosofinya? πŸ˜€

Sekian dulu yah artikel dari CMP, tunggu artikel selanjutnya… πŸ˜€

Advertisements
This entry was posted in Hobi and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s