Kenali Kontur Jalan dan Profil Ban

Selamat pagi, selamat beraktivitas dulur2 CMP readers sekalian. Ketemu lagi di artikel2 CMP. Kali ini topik yang akan dibahas adalah antara kontur jalan dan profil ban. Why? Di jalanan yang ada di sekitar kita saat ini terdapat fenomena jeglongan sewu yang sampai saat ini masih terjadi dan belum teratasi sampai saat ini, sering juga menelan korban baik materiil maupun nyawa malahan. Karena itulah untuk mengantisipasi kejadian tersebut kita upayakan setidaknya untuk meminimalisir terjadinya resiko di jalan. Berikut tipsnya :

1.Kenali kontur jalan yang biasa kita lalui, tentunya setiap hari kita beraktivitas dan mobilisasi entah itu ke kantor, ke sekolah, ke pasar, atau ke tempat yang lain. Karena jalanan tersebut setiap hari kita lalui tentunya kita akan hapal kontur jalan yang dilalui, mana jalanan yang banyak lubangnya dan dari situlah kita mengantisipasi agar tidak terjebak di “jeglongan sewu”. Bila jalanan yang anda lewati banyak lubang maka kendalikan kecepatan, jangan grusa grusu, selisih beberapa menit untuk bersabar akan malah menguntungkan kita untuk selamat sampai tujuan.

IMG_20140607_071452

ekstra hati2 terhadap jalan, terutama yang belum pernah kita lalui

2.Jika kita melewati jalanan yang belum pernah kita lalui maka batasi kecepatan sesuai dengan jarak pandang kita, juga harus ekstra hati2 dan konsentrasi. Jangan berkendara di belakang kendaraan dan jaga jarak aman. Kalau kita terlalu dekat dengan kendaraan di depan tiba2 ada lubang jalan yang tidak kita ketahui maka akan mencelakakan diri kita.

3.Perhatikan kondisi ban, bila jalanan yang kita lalui memang mulus, tidak ada lubang, poldur, ban jenis apa saja bisa dipakai, entah ban bias, radial, dll. Tapi jika banyak lubang berjalan. eeehh lubang jalan maka sebaiknya pilih ban yang profilnya lebih tinggi. Sebenarnya pabrikan sudah memikirkan ban standar yang bisa dipakai secara aman, namun kalau jalanan rusaknya sudah kebangetan apa boleh buat.

Foto003

Ban yang lebih tebal/ profil lebih tinggi lebih melindungi velg dari lubang jalan

Berikut ukuran ban motor yang mungkin bisa dijadikan referensi upgrade :

ukuran velg depan 1.6 dengan ban standar 2.75 bisa memakai ban ukuran 90/90 atau 3.00

ukuran velg 1.85 dengan ban standar 80/90 bisa memakai ban ukuran 80/100, atau 90/90

ukuran velg 2.15 dengan ban standar 90/90 bisa memakai ban ukuran 100/80 atau 100/90

ukuran velg 2.5 dengan ban standar 100/80 bisa memakai ban ukuran 110/80 atau 120/80

ukuran velg 3.00 dengan ban standar 110/80 bisa memakai ban ukuran 110/90 atau 120/80

ukuran velg 3.5 dengan ban standar 120/70 bisa memakai ban ukuran 120/80, 130/70, 130/80 atau 140/70

ukuran velg 4.00 dengan ban standar 140/70 bisa memakai ban ukuran 160/60 dll

share

modifikasi alay?? nooo

Ukuran di atas hanyalah gambaran umum tentang ukuran ban dan velg berdasarkan pengalaman CMP. Ukuran tiap ban dari berbagai merek bisa selisih. Untuk memastikan sebelum mengganti ban silakan kunjungi website ban yang akan anda pakai.
sekian dan terima kasih

Posted in Safety Riding, Tips | Tagged , , , , , | Leave a comment

Honda Mobilio 2017 VS Honda BR-V

Hello sobat, ketemu lagi di artikel CMP yang terbaru. Pada pembahasan ini CMP akan bahas masalah mobil yang muncul di pameran mobil Madiun Suncity Mall. Mobil yang CMP bahas disini adalah Honda Mobilio 2017. Bagaimana bentuknya? simak aja di artikel ini. Cekibrot.

IMG_20170401_140917

Dari depan mirip banget sama Honda BRV

IMG_20170401_140933

Dashboard sama plek sama Honda BRV, sama juga tipisnya.

IMG_20170401_140940

Jok juga sama dengan BRV, sama tipisnya

IMG_20170401_140953

Bentuk samping ga pake overfender, juga sama tipisnya

IMG_20170401_141020

Finishing jg masih kasar

IMG_20170401_141048

Gap di kaca juga masih lebar

IMG_20170401_141105

FWD tentunya.

Honda Mobilio 2017 mengalami peningkatan pada tampilan, maklum ya namanya juga facelift, mulai dari muka yang mirip  BRV, dashboard sama dengan BRV, jok juga sama dengan BRV, bedanya pada overfender, mobilio ga pake overfender sedangkan BRV ada, mobilio velgnya ring 15 sedangkan BRV 16, Transmisi Mobilio 5 speed yang manual kalau BRV 6 speed, lainnya ya identik lah.

Facelift pada Mobilio memang meningkatkan tampilan Mobilio secara signifikan, namun menurut CMP berdampak pada calon konsumen BRV, karena dari sisi tampilan hampir sama, mesin sama. Alias hampir tidak ada yang membedakan antara MPV dan SUV, namun rentang harga yang selisihnya cukup jauh.

Apabila anda punya anggaran untuk beli BRV tipe prestige menurut CMP mending beli Mobilio yang tipe tertinggi, dengan menambah 10 juta anda bisa mendapatkan velg ring 16, ban, dan overfender variasi sehingga tampilan mobil anda sudah mirip BRV. Anda bisa menghemat puluhan juta.

IMG_20170308_125324
Ini sekedar Opini dari CMP blog, selanjutnya pilihan ada di tangan anda sendiri.
Sekian

Posted in Hobi, Otomotif | Tagged , , , , , | 2 Comments

Spesifikasi Chassis Hino AK3HR dan Hino AK1J

Sebelum adanya Hino AK8 tentunya beredar Hino AK generasi sebelumnya. Hino BX, Hino AK174, AK176, AK3HR, dan AK1J. Namun yang akan dibahas disini adalah Hino AK3HR dan Hino AK1J. Oke langsung saja ke spesifikasinya.

HINO AK3HRKA

DIMENSION & WEIGHT
Overall Length: 11.055mm
Overall Width: 2.420mm – 2.440mm (10.00 tyre)
Overall Height: 2.000mm
Wheelbase: 5.800mm
Wheel Track: 1.940mm (front) / 1.840mm (rear)
Frame Overhang: 1.890mm (front) / 3.150mm (rear)
Chassis Overhang: 1.905mm (front) / 3.350mm (rear)
Chassis Weight – Front: 2.595kg – 2.615kg (10.00 tyre)
Chassis Weight – Rear: 1.735kg – 1.775kg (10.00 tyre)
Chassis Weight – Total: 4.330kg – 4.390kg (10.00 tyre)
Gross Vehicle Weight (GVW): 14.200kg
PERFORMANCE
Max. Speed: 109 kmh – 112 kmh (10.00 tyre)
Max. Gradeability: 32.1% tan – 28.2% tan (10.00 tyre)
Min. Turning Radius: 9.9M
ENGINE
Model: HINO H07D
Type: 4-stroke, 6-cylinder in-line, Overhead Valve (pushrod), 2 valve per cylinder
Injection: Naturally aspirated with direct injection
Displacement: 7.412 cc
Bore x Stroke: 110.0mm x 130.0mm
Compression Ratio: 19.2 : 1
Max. Horsepower: 190Ps / 2.900rpm [JIS]
Max. Torque: 53.0Kgm / 1.700rpm [JIS]
Max. Engine Speed: 3.100rpm
CLUTH
Model: Hino CSP350
Type: Single dry plate with damper springs, asbestos free lining material
Size: 350mm
GEARBOX
Model: Hino LJ06S
Type: 6 speed manual, syncromesh on 2nd-6th gear
Ratio: 8.189 – 4.847 – 2.912 – 1.858 – 1.294 – 1.000; R: 7.666
AXLE
Front Model: Hino MF671
Front Type: Reversed Elliot “I”-beam axle
Front Weight Rating: 6.000kg (Design) – 5.500kg (permissibble)
Rear Model: Hino SH16-1
Rear Type: Banjo type, fully-floating axle shaft, single speed by hypoid gearing
Rear Weight Rating: 10.000kg (Design) – 9.200kg (permissibble)
Rear Axle Ratio: 5.428 : 1
BRAKES
Type: Air Over Hydraulic (AOH) with dual circuit line
Service: Drum brakes with leading and trailing brake shoe, 406.4mm drum diameter
Parking: Internal expanding at propeller shaft
Auxiliary: Butterfly type exhaust brake
SUSPENSION
Front Type: Semi elliptic leaf springs with shock absorbers
Front Leaf Size: 1.400mm x 80mm x 11mm – 6 leaves / 12mm – 4 leaves
Rear Type: Semi elliptic leaf springs with shock absorbers
Rear Leaf Size: 1.640mm x 90mm x 12mm – 4 leaves / 13mm – 7 leaves
CHASSIS
Type: Parallel ladder shaped channel section side rails
Dimension: 220mm x 75mm x 6.0mm
Chassis Width: 870mm
Fuel Tank: 200 litres
ELECTRICAL
System: 24 Volt, negative earth
Batteries: 2 x 12V – 120Ah at 20hr rate
Alternator: 24V-50A
Starter: 24V – 5.5kW
WHEELS & TYRES
Wheels Type: 8-stud steel disc wheel, JIS-type
Wheels Size: 7.00T x 20 – 152
Tyres Type: Bias crossply
Tyres Size: 9.00-20-14PR

HINO AK1JRKA

DIMENSION & WEIGHT
Overall Length: 11.080mm
Overall Width: 2.410mm
Overall Height: 1.974mm
Wheelbase: 5.800mm
Wheel Track: 1.920mm (front) / 1.840mm (rear)
Frame Overhang: 1.890mm (front) / 3.150mm (rear)
Chassis Overhang: 1.930mm (front) / 3.350mm (rear)
Chassis Weight – Front: 2.500kg
Chassis Weight – Rear: 1.750kg
Chassis Weight – Total: 4.250kg
Gross Vehicle Weight (GVW): 14.200kg
PERFORMANCE
Max. Speed: 112 kmh
Max. Gradeability: 29.9% tan
Min. Turning Radius: 9.9M
ENGINE
Model: HINO J08C-F
Type: 4-stroke, 6-cylinder in-line, Single Overhead Camshaft (SOHC), 4 valve per cylinder
Injection: Naturally aspirated with direct injection
Displacement: 7.961 cc
Bore x Stroke: 114.0mm x 130.0mm
Compression Ratio: 19.2 : 1
Max. Horsepower: 210Ps / 2.900rpm [JIS]
Max. Torque: 56.5Kgm / 1.500rpm [JIS]
Max. Engine Speed: 3.100rpm
CLUTH
Model: Hino CSP350
Type: Single dry plate with damper springs, asbestos free lining material
Size: 350mm
GEARBOX
Model: Hino LJ06S
Type: 6 speed manual, syncromesh on 2nd-6th gear
Ratio: 7.663 – 4.751 – 2.898 – 1.844 – 1.288 – 1.000; R: 7.173
AXLE
Front Model: Hino MF671
Front Type: Reversed Elliot “I”-beam axle
Front Weight Rating: 6.000kg (Design) – 5.500kg (permissibble)
Rear Model: Hino SH16-1
Rear Type: Banjo type, fully-floating axle shaft, single speed by hypoid gearing
Rear Weight Rating: 10.000kg (Design) – 9.200kg (permissibble)
Rear Axle Ratio: 5.125 : 1
BRAKES
Type: Air Over Hydraulic (AOH) with dual circuit line
Service: Drum brakes with leading and trailing brake shoe, 406.4mm drum diameter
Parking: Internal expanding at propeller shaft
Auxiliary: Butterfly type exhaust brake
SUSPENSION
Front Type: Semi elliptic leaf springs with shock absorbers
Front Leaf Size: 1.400mm x 80mm x 11mm – 6 leaves / 12mm – 4 leaves
Rear Type: Semi elliptic leaf springs with shock absorbers
Rear Leaf Size: 1.640mm x 90mm x 12mm – 4 leaves / 13mm – 7 leaves
CHASSIS
Type: Parallel ladder shaped channel section side rails
Dimension: 220mm x 75mm x 6.0mm
Chassis Width: 870mm
Fuel Tank: 200 litres
ELECTRICAL
System: 24 Volt, negative earth
Batteries: 2 x 12V – 120Ah at 20hr rate
Alternator: 24V-50A
Starter: 24V – 5.5kW
WHEELS & TYRES
Wheels Type: 8-stud steel disc wheel, JIS-type
Wheels Size: 7.00T x 20 – 152
Tyres Type: Bias crossply

PEMBAHASAN

Hino Ak3HR rilis tahun 1995-2007. Untuk ciri-ciri Hino AK3HR bisa dilihat dari setirnya yang modelnya ramping, tuas transmisi yang masih sederhana, speedometer sampai 120 dan suara yang khas. Biasanya Hino AK3HR suaranya agak cempreng. Namun suara tidak bisa dijadikan patokan karena kalo knalpot dibobok suaranya bisa lebih menggelegar.

Kemudi Hino AK3HR

Setir Hino AK3HR

Hino AK1J ini keluar antara tahun 2004-2007. Ciri2nya bisa dilihat dari bentuk setirnya yang modelnya mirip hino RG dan hino AK8. tuas transmisi mirip AK8. Suaranya kedengar lebih berat.

Kemudi Hino RG1J

Kemudi Hino RG, Hino AK1J, dan Hino AK8 dashboard hampir sama kalo hino AK minus RPM

Baik Hino AK3HR maupun Hino AK1J belum dibekali turbo intercooler, alias sama2 natural aspirated, namun beda mesin. Transmisi yang digunakan masih sama yaitu transmisi LJ06S. Pengereman juga masih memakai air over hydraulic alias kombinasi minyak rem dengan angin.

Sekian, ada kritik dan saran monggo komen 😀
Selamat berakhir pekan

Posted in Bis, Hobi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Oli Motor Berkurang

Pernahkah dulur2 sekalian mengalami oli mesin pada motor kesayangan berkurang? Berikut adalah hal-hal yang bisa menjadi asumsi sebelum membawa ke bengkel,spx

  1. Jika oli mesin berkurang namun suara mesin masih halus, knalpot tidak ngebul maka bisa jadi terdapat seal-seal yang bocor, misal seal oli tuas kopling, seal tutup oli, seal head klep, seal crankcase, Nah yang bisa anda lakukan sebelum ke bengkel adalah cek kondisi busi, jika warna busi masih normal (merah bata) kering maka silakan cek kondisi seal-seal tersebut. Biasanya terlihat oli yang merembes pada seal yang bocor. Cek juga SAE oli yang digunakan, semakin encer semakin mudah menguap.
  2. Jika oli mesin berkurang dan pada saat dipanaskan di pagi hari keluar asap putih tipis , dan pada saat mesin sudah panas asap tersebut hilang, maka bisa jadi seal klep yang menjadi biang keroknya. Dan bisa juga ring seher yang sudah mulai lemah namun belum parah.
  3. Jika oli berkurang dan pada saat digas muncul asap putih, tarikan motor, kompresi motor lemah, busi basah oli, muncul suara aneh2, maka bisa jadi seher motor anda sudah minta pensiun.

147947_1373721516

Kondisi busi motor yang sehat dan yang tidak sehat (sumber : modifikasi.com)

Demikian sedikit tips dari CMP, semoga membantu sebelum dulur2 membawa motor kesayangan ke bengkel..

Posted in Megapro, Otomotif | Tagged , , , , , | Leave a comment

Selalu Cek Kondisi Kendaraan Sebelum Bepergian

Halo CMP reader, jumpa lagi dengan artikel-artikelnya. Mau bepergian ke mana? atau di rumah/ kantor ? di mana aja? Okelah. Sebelum jalan cek kondisi kendaraan sejenak, apalagi kalau berkendara jarak jauh wazib baca tips berikut ini untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi. Berikut adalah yang harus diperhatikan :

  1. Cek tekanan angin. Ini point yang sangat penting karena menyangkut kehidupan nyawa anda. tekanan angin yang terlalu keras akan menyebabkan kurang nyaman/gemblodak, jika tekanan angin kurang maka ban akan lembek bahkan cepat bocornya. untuk tekanan angin kendaraan anda berapa silakan buka buku manual/ sticker petunjuk tekanan ban pada kendaraan anda.
  2. Cek ketinggian oli mesin. Ini ga kalah penting, ketinggian oli mesin inilah yang menentukan kesehatan kendaraan anda. Jika ketinggian oli mesin pada dipstick masih pada level atas berarti masih aman, namun jika berkurang pada level bawah segera cek apakah ada kebocoran pada sil maupun kebocoran kompresi.
  3. Cek kemampuan rem. ini juga penting sekali. Karena juga menyangkut kepemilikan nyawa anda. untuk mengecek ini bisa dilakukan dengan mengecek kondisi kampas rem, minyak rem, setelan rem (kalau teromol).
  4. Cek perlengkapan yang lain misal lampu utama, lampu stop, lampu sein, posisi spion usahakan untuk berfungsi secara normal.
  5. Berdoa.

hobi

Oke demikian tips singkat dari CMP selamat beraktivitas dan semoga selamat sampai tujuan.

Posted in Tips | Tagged , , , , , | Leave a comment

Pesona Pantai Gemah Tulungagung

Halo sobat, ketemu lagi dengan CMP di artikel-artikelnya. Sebelumnya CMP ucapkan selamat mengawali aktivitas di minggu ini, semoga dulur2 sekalian tidak bete karena hari ini adalah hari Senin. Okelah, ada yang sedikit berbeda, pada ulasan ini CMP akan mereview artikel tentang tempat wisata yaitu Pantai di daerah Besuki Tulungagung, yang namanya Pantai Gemah. Mungkin sobat bertanya Senin-senin artikelnya kok liburan, hehe, ya ga apa2 lah lagian kan Senin ini adalah harpitnas (Hari Kecepit Nasional) hahaha dan besoknya libur lagi dah. Walaupun libur2 sehari kan lumayan.

Buat teman yang berdomisili di Jawa Timur terutama atau eks karesidenan Kediri tak ada salahnya untuk mencoba pantai yang satu ini yaitu Pantai Gemah.

pantai gemah tulungagung

Pantai Gemah (sumber : infotrenggalek)

Pantai gemah ini bisa dibilang masih baru karena pantai ini terkenal sejak dibukanya JLS (Jalur lintas selatan). Akses transportasi ke pantai ini terbilang cukup mudah. Dari Kota Tulungagung bisa lewat jalan ke arah Popoh,kemudian lewat arah jembatan Niyama, kemudian lewat JLS, mengikuti arah JLS nanti akan sampai di Pantai Gemah. Untuk akses JLS saat ini hanya sampai pantai Gemah. Jika teman2 arahnya dari kota Trenggalek bisa lewat Durenan kemudian dari lampu merah Durenan ke arah selatan sampai di Kecamatan Bandung ke arah timur sedikit kemudian ketemu jalan kecil langsung ke selatan sampai ketemu JLS dan belok kanan ikuti arah JLS nanti akan ketemu Pantai Gemah di pinggir JLS.

Saat ini memang pengelolaan pantai Gemah masih apa adanya, sementara ini tidak ada tiket masuk ke pantai Gemah, cuma ditarik parkir untuk sepeda motor Rp 3.000,- sedangkan mobil Rp 5.000,- sangat murah kan? sampai di pantai nanti kita disuguhi pemandangan pasir cokelat, ombak di pantai Gemah ga terlalu besar namun jika kita ke sana harus tetap waspada. Kalau kita pengen naik perahu di sekitar pantai Gemah kita tinggal sewa perahu, per orang cuma bayar Rp 10.000,- dan disana terdapat ATV jika kita pengen menyusuri pantai. Untuk sewa ATV taripnya Rp 20.000,-. Namun ada beberapa kekurangan di wisata Pantai Gemah yaitu sarana prasarana parkir yang terbatas, keamanan juga masih minim, kebersihan juga belum maksimal, semoga objek wisata ini segera diperhatikan oleh pemerintah setempat.

 

IMG-20170326-WA0007

Naik perahu murah meriah

IMG-20170326-WA0008

Ayo berlayar

Okelah sedikit ulasan CMP tentang pantai Gemah. Mungkin bagi dulur2 yang belum bisa kesana bisa mencoba untuk berwisata ke Pantai Gemah. Murah Meriah hehehe

Sekian…

Posted in Berita, Hobi, Wisata | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Jalanan bukan Ajang untuk Balap

Assalamualaikum, selamat berjumpa kembali CMP reader bersama artikel-artikel CMP. Semoga aktivitas reader weekend ini lancar. Untuk malam minggu nanti tunggangannya sudah dicuci belum? Sudah dicek tekanan ban, rem, oli, cairan pendingin (bila perlu)? Kalau perlu di ganti segera diganti bro, biar tidak membahayakan kita sendiri dan pengguna jalan lain dan tetap keep safety.
Okelah sekarang kembali ke inti permasalahan,  memang pada saat ini perkembangan roda 2 di Indonesia sangat fantastis, secara kuantitas meningkat, secara teknologi juga meningkat, banyak motor-motor yang canggih dan kenceng-kenceng. Banyak dari atpm mengeluarkan motor2 berperforma tinggi Honda mengeluarkan CB, Supra GTR, Sonic dan CBR series, Yamaha mengeluarkan YZ-R series dan Suzuki tak mau ketinggalan mengeluarkan FU, dan GSX series. Di samping itu ATPM juga mengeluarkan matic2 canggih seperti Vario, Scoopy, MIO series, dll.

Namun akhir-akhir ini banyak berita yang bikin ngeri-ngeri sedap yaitu berita kecelakaan yang terutama banyak melibatkan kendaraan roda 2. Hampir setiap minggu saat CMP berangkat dan pulang Surabaya sering menemui kejadian laka lantas yang melibatkan roda 2. Kejadian tersebut motifnya bermacam-macam, ada yang sering salah tanda sein, sein ke kanan ternyata belok kiri, lampu rem tidak berfungsi padahal motornya baru, dan motif yang paling menarik saat ini adalah balapan dan mengetes top speed motor.

cbr

Dalam dunia otomotif balapan merupakan hal yang sah dilakukan mengingat salah satu parameter dari performa kendaraan bermotor bisa dilihat dari kemampuan balapan. Namun baiknya jika balapan tersebut dilakukan pada tempatnya. Misal di sirkuit. Jika tetep dilakukan di jalan raya akan membahayakan kita sendiri dan orang lain. Sebagai contoh di lintasan dekat jembatan Suramadu memang panjang dan lebar namun daerah situ sangat padat penduduk, kalau kita balapan di jalanan situ maka akan fatal akibatnya, mulai dari nabrak rumah penduduk, nabrak penyeberang jalan bahkan kita bisa terlempar yang menyebabkan nyawa melayang. Apalagi bagi orang tua memperbolehkan anaknya yang belum layak untuk mengendarai sepeda motor di jalanan umum tentunya sangat membahayakan. Maunya sayang anak akhirnya menjerumuskan anak itu sendiri.

ninja

Sebenarnya dalam dunia balap juga bagus tidaknya motor tidak hanya dari faktor top speed, akselerasi, namun juga handling, bahkan kemampuan deselerasi, dan haluan yang tepat menjadi hal2 yang utama. Misal kita bisa mengendarai motor pakai mesin roket pun kalau kita tidak bisa mengendalikan akan berbahaya juga. Di samping itu juga kemampuan kita mengendalikan haluan motor pada posisi yang tepat dan tidak membahayakan pengendara lain.

Maka kesimpulannya :

Jalanan umum jangan dibuat balapan atau tes top speed, kalau pengen balapan lebih pas di sirkuit.

Sayangi nyawa anda dan keluarga

Tetap Keep Safety

Wassalam

 

Posted in Berita, Pendidikan, Safety Riding | Tagged , , , , , | 2 Comments